Tradisi Keluarga di Hari Raya

Kebersamaan Lebaran
Indahnya Kebersamaan
Indahnya Kebersamaan

Bagi sebuah keluarga besar yang tinggal di kota besar saat hari raya keagamaan seperti Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, Natal atau berbagai hari besar keagamaan lainnya merupakan hari yang sangat ditunggu datangnya. Bahkan beberapa keluarga selalu mengagendakan liburan panjang saat hari raya tiba. Bukan untuk sekedar berlibur akan tetapi lebih kepada adanya keinginan untuk lebih lama berkumpul bersama keluarga besar. saat berkumpul bersama keluarga besar anda akan merasakan indahnya kebersamaan yang mungkin selama satu tahun tidak bisa anda rasakan karena beragam kesibukan.

Meskipun rumah orang tua berada di luar kota ataupun di dalam kota belum tentu dalam satu minggu bisa bertemu dengan mereka. Karena kesibukan bekerja dan mengurus keluarga sendiri membuat terkadang waktu terasa begitu singkat, yang tanpa disadari ternyata sudah lama tidak berkumpul bersama keluarga besar.

Momen hari raya adalah saat yang ditunggu karena saat itu berbagai tradisi keluarga seperti sungkeman, saling berbagi amplop kepada anak-anak yang berpuasa, dan menikmati sajian khas lebaran. Saling memaafkan dengan anggota keluarga lainnya yang selama ini mungkin jarang anda kunjungi. Dan yang juga tak kalah penting saat hari raya adalah tersedianya berbagai hidangan di rumah orang tua, yang bisa membawa kenangan kembali kemasa lalu. Dimana masakan tersebut bisa mengingatkan indahnya kebersamaan di masa lalu saat masih berkumpul bersama ayah, bunda dan saudara-saudara.

Semur Tradisi Makanan dan Nilai Historis

Semur
Semur
Semur

Semur sudah pasti sangat familiar bagi masyarakat Indonesia. Hidangan Nusantara ini biasanya dihidangkan pada saat Lebaran. Kurang afdol rasanya jika Lebaran tanpa adanya hidangan semur. Masyarakat asli Betawi tidak akan melewatkan untuk selalu menghidangkan semur ‘kebo’ dan tape uli karena kedua jenis makanan ini menjadi makanan khas bagi masyarakat Betawi asli di Hari Raya Idul Fitri.

Masyarakat Betawi menggunakan daging kerbau bukan daging sapi seperti semur pada umumnya. Daging kerbau atau orang Betwai asli menyebutnya dengan istilah daging ‘kebo’ ini kemudian dimasak dengan campuran bumbu semur, yang terdiri dari serai, lengkuas, salam, bawang putih, bawang merah, lada, ketumbar, kecap, dan sedikit jahe. Daging ‘kebo’ tersebut kemudian dimasak dengan campuran bumbu rempah hingga daging menjadi empuk.

Satu lagi hidangan khas masyarakat Betawi saat Lebaran adalah tape uli. Tape uli menjadi teman yang pas untuk hidangan semur ‘kebo’. Bisa dibilang tape uli ini sebagai makanan penutup seusai menyantap semur ‘kebo’ yang lezat. Tape uli ini berbahan dasar ketan yang kemudian difermentasikan. Hasil fermentasi ini akan menciptakan rasa yang enak yang khas yaitu manis dan sedikit asam karena ada kandungan alkhol alami yang sedikit jumlahnya. Selain masyarakat Betawi, masyarakat Palembang, Samarinda, Jawa, dll seperti tak mau ketinggalan untuk menciptakan kreasi baru dari hidangan yang asalnya dari hidangan Belanda yang bernama ‘smoor’ ini.