Mengenal Tradisi Unik yang Hanya Ada di Indonesia

Mengenal Tradisi Unik yang Hanya Ada di Indonesia

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak etnis, suku, dan kepercayaan, memiliki beragam tradisi unik yang berbeda-beda tiap daerah. Hampir setiap wilayah memiliki cara sendiri untuk memikat pengunjung dengan tradisi yang memang sudah diturunkan dari generasi ke generasi. Tradisi apa saja itu? Simak penjelasannya berikut.

Mengenal Tradisi Unik yang Hanya Ada di Indonesia

Tradisi Pemakaman Minahasa

Ritual pemakaman yang terjadi di Minahasa bisa di bilang unik dan beda dari ritual biasanya. Suku Minahasa memiliki tradisi menguburkan jenazah dalam posisi duduk memeluk kaki, bukan dengan posisi tidur. Menurut kepercayaan, tradisi ini melambangkan keadaan suci dan membawa kebaikan. Selain dalam posisi duduk, posisi mayat harus menghadap utara.

Bakar Tongkang Riau

Di daerah Riau, khususnya yang menetap di Bagansiapi-api, diketahui selalu mengadakan ritual bakar tongkak pada setiap bulan Juli. Tradisi ini dilakukan oleh etnis Tionghoa yang menetap di daerah tersebut. Menurut kepercayaan, ritual ini sudah dilakukan oleh leluhur dengan tujuan bertekad untuk tidak kembali ke tempat asal. Ada juga yang memaknai ritual ini sebagai upacara peringatan dewa laut Ki Ong Ya dan Tai Su Ong yang digambarkan sebagai dewa dua sisi.

Ritual Tiwah Kalimantan Tengah

Upacara Tiwah ini terbilang unik dan sekaligus ekstrim. Pasalnya, tradisi ini dilakukan dengan membakar jenazah yang telah meninggal lama. Suku Dayak sebagai pelaksana tradisi percaya bahwa pengantaran tulang orang yang sudah meninggal dapat meluruskan perjalanannya ke surga. Saat upacara berlangsung, aka nada tarian serta acara-acara pertunjukan untuk menghilangkan rasa kantuk orang yang datang.

Tradisi Potong Jari Papua

Tradisi unik ini juga ekstrim dan kebanyakan sudah ditinggalkan oleh Suku Dani. Suku yang mendiami wilayah pedalaman Papua ini sebelumnya percaya bahwa jari manusia menjadi simbol kerukunan, keberagaman, dan kekuatan dalam diri manusia maupun sebuah keluarga. Potong jari menjadi lambang untuk menunjukkan kesedihan karena ditinggal oleh anggota keluarga.

Dugderan Semarang

Di Kota Semarang, setiap menjelang bulan Ramadhan, masyarakat akan ramai mengikuti acara dugderan. Tradisi ini sudah ada sejak dahulu sebagai penanda bahwa puasa telah datang. Yang menjadi ciri khasnya adalah bintang rekaan yang bertubuh kambing, berkepala naga serta memiliki kulit sisik emas.

Brobosan Jawa

Tradisi yang satu ini banyak dilakukan hampir di setiap wilayah Suku Jawa. Brobosan memiliki arti menerobos yang dilakukan ketika upacara kematian. Sebelum jenazah dibawa ke pemakaman, biasanya para keluarga terdekat melakukan tradisi brobosan. Hal ini dipercaya agar keluarga yang ditinggal melupakan kesedihan dan menjadi bentuk penghormatan terakhir kepada mendiang.

Gigi Runcing Suku mentawai

Cantik memiliki definisi yang berbeda-beda di berbagai tempat. Begitu juga yang terjadi di Suku Mentawai. Para wanita di sana memiliki kriteria unik untuk bisa dibilang cantik. Yang pertama adalah telingan panjang, kemudian tubuh yang dihiasi titik atau tato, dan yang terakhir adalah gigi yang runcing. Tradisi gigi runcing ini diyakini akan menambah kecantikan sang wanita.

Tradisi Unik dan Mahal Pernikahan-pernikahan dari Berbagai Suku

Tradisi Unik dan Mahal Pernikahan-pernikahan dari Berbagai Suku

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang beragam kebudayaannya. Begitu pula dalam acara-acara adat pernikahan yang berbeda-beda di setiap wilayahnya. Banyak Suku yang masih mempertahankan adatnya secara utuh. Setiap proses dijalankan dengan sama dari generasi ke generasi yang membuatnya terkesan unik, sakral, dan bahkan mewah. Dari sekian banyak keragaman budaya yang ada, beberapa daerah ini dikenal memiliki tradisi unik dan mahar yang paling mahal di Indonesia.

Tradisi Unik dan Mahal Pernikahan-pernikahan dari Berbagai Suku

Adat Banjar (Kalimantan)

Suku Banjar merupakan salah satu suku yang memiliki tradisi unik dalam acara pernikahan. Pernikahan tradisi ini tergolong mahal, karena prosesnya yang meriah dan cukup panjang. Bahkan dapat memakan biaya hingga 80 juta rupiah. Beberapa gambaran acara pernikahannya adalah sebagai berikut.

  • Basasuluh. Proses dimana pihak pria datang ke rumah calon mempelai wanita untuk melakukan perkenalan atau penjajakan.
  • Badatang. Pada proses ini, pihak pria datang kembali ke rumah mempelai wanita untuk meminang dan disaksikan oleh seluruh anggota keluarga.
  • Maatar Patalian. Sebut saja pertunangan. Pada tahap ini pihak mempelai pria akan memberikan hal-hal seperti pakaian, alat rias dan perhiasan sebagai simbol bekal sang mempelai wanita dalam berumah tangga.
  • Maatar Jujuran. Ini adalah proses pemberian mas kawin yang biasanya dilakukan sebelum ataupun setelah akad nikah dilaksanakan.

Adat Bali

Seperti diketahui, Bali adalah salah satu adat di Indonesia yang sangat kental dalam mempertahankan tradisinya. Begitu juga dengan prosesi pernikahan yang dikenal sangat sacral dan mewah. Biaya yang dibutuhkan dapat mencapai 50 juta rupiah.

  • Ngindih. Ini adalah proses penentuan tanggal yang dilakukan oleh kedua keluarga besar.
  • Ngekeb (siraman). Proses ini dilakukan sebelum prosesi pernikahan. Dimana sang pengantin wanita akan mandi dengan berbagai ramuan rempah-rempah yang disebut sebagai penyambutan pernikahan.
  • Mungkah Lawang. Proses ini hampir mirip dengan adat Sunda. Bedanya, jika pada adat Sunda yang membuka pintu adalah mempelai pria, di Bali, pihak prialah yang mengetuk pintu rumah mempelai wanita.

Adat Jawa

Tradisi Suku Jawa memang dikenal memiliki adat pernikahan yang sakral dan unik. Belum lagi jika acara pernikahan digelar oleh kaum bangsawan yang akan memiliki prosesi acara pesta yang lebih panjang dan meriah. Banyaknya ritual yang dihadirkan, membuat acara pernikahan Suku Jawa memakan biaya hingga 100 juta atau lebih.

  • Pembicaraan. Pada proses ini kedua keluarga bertemu di rumah calon mempelai wanita untuk proses perkenalan hingga proses lamaran dan pemilihan tanggal untuk pernikahan (getho dina).
  • Kesaksian. Proses ini adalah acara membawa kerabat untuk pembahasan lebih lanjut untuk menentukan Asak Tukon (penyerahan sejumlah uang), Peningsetan (bertukar cincin), Srah-srahan (pemebrian cincin), dan penentuan tanggal pernikahan.
  • Siaga. Tahap ini dilakukan di rumah mempelai wanita yakni menyiapkan segala sesuatu seminggu sebelum acara.
  • Upacara.
  • Midodareni. Acara ini dilakukan pada malam sebelum akad nikah dilaksanakan. Yakni seperti melepas masa lajang bagi kedua calon pengantin.
  • Ijab Qobul dan Resepsi. Proses ini merupakan puncak acara yang merupakan acara inti dari sahnya pasangan suami istri.