Pernah Ke Jawa Barat? Tahu Tentang Permainan Asli Jawa Barat? Berikut Mainan Tradisional yang Terkenal di Daerah Jawa Barat hingga Kini

Indonesia terkenal memiliki beberapa daerah dengan keunikan dan ciri khas yang membuat orang merasa terpukau. Hal ini yang terdapat di daratan kota pasundan yaitu Jawa barat. Terkenal dengan berbagai macam keindahan dan panorama yang memuka membuat daerah jawa barat menjadi salah satu destinasi dalam berkunjung bagi para pelancong. Terutama mainan tradisional yang berasal dari jawa barat beraneka ragam hingga bermacam-macam. Pada zaman dulu, anak-anak masing sering memainkan permainan tradisional bersama temannya sebelum teknologi hadir. Terdapat berbagai macam jenis permaninan dan memiliki cara tersendiri dalam menggunakannya. Mungkin anak millennial akan bingung ketika disuruh untuk melakukan permainan tradisional di tengah menjamurnya teknologi seperti smartphone. Sebenarnya harus ada peran dari orang tua untuk mengenalkan kepada generasi selanjutnya. Untuk itu, berikut beberapa macam-macam mainan tradisional yang dapat kalian mainkan dirumah bersama teman atau keluarga dekat anda.

Pernah Ke Jawa Barat? Tahu Tentang Permainan Asli Jawa Barat? Berikut Mainan Tradisional yang Terkenal di Daerah Jawa Barat hingga Kini

 

  1. Cingciripit, salah satu mainan tradisional yang dilakukan beregu/kelompok dalam memainkannya. Cara memainkannya dengan membuat lingkaran, lalu salah satu diantara pemain biasanya orang yang lebih dewasa membuka telapak tangannya, lalu menaruh ujung jari telunjuknya diatas tangan tersebut dengan diiringi nyanyian lagu “cingciripit”. Ketika lirik telah berakhir, para pemainnya harus bersiaga untuk melepaskan jarinya, sebabnya jika jari terjepit maka akan dia akan disuruh jaga dan bertugas sebagai kucing.
  2. Oray-orayan (ular-ularan), permainan yang sangat menyenangkan dan menggabungkan unsure gerakan dan suara, permainan ini termasuk kedalam permainan berkelompok. Untuk dapat memainkannya, dalam permainan ada dituntut membuat dua tim. Satu tim berisikan 2 orang dan satunya lagi berisikan banyak orang. Dua orang ini, dituntut untuk memegang tangannya dan sisanya dituntut untuk membuat barisan seperti ular.
  3. Boy-Boyan, permainan yang menggunakan bola kasti (bola kecil) dan genteng pecah yang terbagi menjadi 9-15 buah. Permainan ini biasanya dimainkan dua orang tim. Cara untuk memainkannya adalah pertama siapkan genteng-genteng kecil yang disusun keatas, tugas dari kedua tim adalah tim A sebagai pelempar bola dan tim B sebagai penjaga tumpukan genteng. Tim A dituntut untuk dapat merubuhkan genteng sedangkan tim B menjaga tumpukan agar tetap tersusun dan tidak tercerai berai terkena lemparan dari tim A.
  4. Galah Asin, mainan yang satu ini biasanya dimainkan di lapangan badminton atau lapangan lainnya, dengan cara membuat garis di lapangan dengan bentuk seperti lemari dan anak-anak yang bermain harus berlari dan tidak boleh tersentuh oleh tim lawan. Dalam permainan ini, tim dibagi menjadi 2, salah satu tim sebagai penjaga agar tim lawan tidak bisa melewati mereka dan satu tim lainnya sebagai orang yang berusaha untuk dapat melewati musuh.

Demikian tadi beberapa mainan tradisional yang dapat kalian coba sendiri dirumah atau sekali-kali berkunjung ke daerah jawa barat untuk dapat melihat langsung permainan tersebut. Semoga bermanfaat bagi kalian semua.

Era Telah Berubah? Bosen Main Gadget Mulu? Berikut Mainan Tradisional Anak 90-an yang Eksis di Masanya

Kegiatan bermain sangatlah menyenangkan bagi anak-anak baik di dalam maupun diluar ruangan. Namun, anak jaman sekarang lebih asik bermain permainan di dalam ruangan bersama gadget mereka ketimbang bermain diluar. Padahal banyak sekali mainan tradisional khas indonesia yang tidak kalah seru jika dimainkan. Selain seru, permainan tradisional mengasah kelincahan dan juga membuat badan bugar hingga berkeringat. Teknologi yang semakin canggih, membuat eksistensi permainan tradisional semakin tertinggalkan. Jika kita bandingkan soal harga, mainan tradisional bisa dibilang Low budget ketimbang mainan zaman now. Ingin tahu jenis-jenisnya, berikut beberapa di antaranya.

Era Telah Berubah? Bosen Main Gadget Mulu? Berikut Mainan Tradisional Anak 90-an yang Eksis di Masanya

  1. Gasing, Kalau anda orang berkelahiran tahun 90-an ke atas, pasti sudah tidak asing lagi ketika memainkan gasing. Mungkin anak sekarang akan bingung bahkan tidak tahu dengan mainan tradisional ini. Mainan gasing sendiri terbuat dari kayu yang diruncingkan di bagian bawahnya agar bisa berputar. Aturan permainan ini sangat sederhana, hanya mengadu kecepatan putaran dari tiap gasing ketika diputarkan. Saat ini telah banyak dijual gasing dengan model lebih kekinian. Namun, terselip keasikan ketika mencoba melilitkan tali ke gasing saat akan diadu.
  2. Egrang, mainan yang sedikit memerlukan keahlian khusus untuk memainkannya. Untuk dapat menaiki mainan yang terbuat dari bambu memang gampang-gampang susah, karena anda harus memiliki keseimbangan untuk dapat berdiri dan berjalan diatasnya. Hal ini lah yang memberikan keseruan dan tidak dapat dijumpai di mainan jaman sekarang. Ironisnya, anak-anak di perkotaan dapat dipastikan tidak ada yang pernah memainkan egrang lagi.
  3. Pletokan Bambu, sesuai dengan namanya, mainan yang dapt dipastikan terbuat dari bamboo ini memiliki dua bagian, yaitu selongsong dan tongkat penembaknya. Jangan khawatir akan terluka saat memainkan permainan ini karena peluru yang digunakan terbuat dari bulatan kertas kecil yang dibasahi sehingga tidak melukai tubuh. Cara memainkannya seperti sedang menembak sungguhan, membuat anak-anak yang bermain seakan berada dalam peperangan.
  4. Batok Kelapa, kelapa yang terkenal sebagai pohon sejuta manfaat ini dapat dijadikan mainan yang sangat mengasikan. Salah satunya adalah bagian batok kelapa kering yang ternyata dapat dimanfaatkan menjadi mainan anak-anak. Cara membuatnya hanya cukup dengan dua bagian batok kelapa yang dilubangi bagian tengahnya lalu dihubungkan kedua batok dengan tali sepanjang 1,5-2 meter sesuai dengan kebutuhan.untuk memainkannya sangat mudah, hanya cukup menaiki bagian luar batok kelapa sambil berpegangan dengan talinya. Agar lebih seru, ajak teman lainnya untuk bermain bersama dan berlombalah.

Demikian tadi beberapa mainan tradisional anak 90-an yang tidak kalah seru dengan mainan anak zaman sekarang. Selamat mencoba memainkannya.

Categories
Mom

Ini Dia Beberapa Mainan Tradisional dan Manfaatnya yang Harus Anda Ketahui

Anak Indonesia berasal dari berbagai daerah, berasal dari berbagai suku dan bahasa yang berbeda-beda. Namun, memiliki permainan yang sangat khas dan tersebar diseluruh nusantara. Mainan ini sangat mudah dilakukan dan menggunakan barang-barang yang ada. Mainan tradisional, begitulah semua masyarakat menyebutnya. Mainan ini bukanlah seperti mainan anak zaman sekarang yang serba teknologi smartphone, tablet ataupun PC. Mainan ini asli dibuat untuk bermain dengan teman-teman sejawat di kompleks perumahan. Adanya permainan membuat anak-anak saling berkomunikasi dan bahu-membahu dalam tawa dan canda dalam permainannya. Oleh karena itu, simaklah beberapa mainan anak khas Indonesia yang tidak lekang oleh waktu zaman.

Ini Dia Beberapa Mainan Tradisional dan Manfaatnya yang Harus Anda Ketahui

Beberapa manfaat permainan tradisional untuk anak diantaranya:

  • Belajar sportifitas, anak akan dilatih menerima kekalahan dan mengajarkan anak bagaimana bersikap seharusnya.
  • Melatih kemampuan fisik, karena permainan yang membantu otot-otot dalam bekerja sehingga akan menjadi lebih sehat.
  • Mengasah kecerdasan, dengan permainan yang membantu anak berpikir dan mengatur strategi.
  • Sosialisasi lebih banyak karena permainan ini biasanya membutuhkan beberapa orang anak dan membuat anak mengajak teman yang lain.
  • Anak lebih kreatif karena beberapa permainan ini dibuat sendiri dan membuat anak dapat menghias dan membentuk sesuai keinginan.
  • Mampu bekerjasama dengan teman untuk mendapat kemenangan dengan cara yang benar dan usaha yang tepat.

Selain beberapa manfaat lainnya adalah belajar mengelola emosi seperti marah, tertawa dan menangis sehingga anak akan mendapat stimulus untuk berekspresi. Dapat juga meningkatkan kepercayaan diri untuk tampil didepan umum dan untuk bersosialisasi tanpa takut. Anak juga akan lebih saling menghargai dan tidak menimbulkan rasa iri ketika teman memenangkan permainan yang sedang dilakukan. Manfaat dari mainan tradisional ini memang sangat baik untuk anak dan lebih membantu anak untuk membakar kalori dan menjauhkan anak dari gadget yang terlalu dini 

Berikut adalah beberapa permainan tradisional diantaranya:

  • ABC lima dasar, dengan menggunakan lima jari dan diikuti oleh 3 hingga 5 orang dan huruf yang terpilih akan disepakati dalam beberapa tema.
  • Balap karung, dengan minimal 5 orang dan karung untuk sampai pada garis akhir.
  • Benteng, permainan dengan dua kelompok dan beranggotakan minimal 5 orang dan lawan tidak boleh tersentuh dengan penjaga benteng.
  • Boi-boi, dengan dua tim dan masing-masing 5 pemain dan menggunakan susunan pecahan genting atau batu hingga 10 pecahan dan menggunakan bola kasti.

Selain beberapa diatas, ada juga permainan congklak oleh dua orang pemain dengan 49 biji congklak yang dibagi dalam 14 lubang kecil. Ada juga engklek dengan bentuk petak pada tanah dan dimainkan oleh 3 atau lebih pemain dan melewati berbagai tahapan dan biasanya dimainkan oleh perempuan. Beberapa mainan tradisional beberapa mulai ditinggalkan karena perkembangan teknologi yang dirasa lebih menyenangkan tetapi permainan tradisional tidak tergantikan.

Categories
Mom

Benarkah Orang Tua Penyebab Punahnya Mainan Tradisional? Simak Ulasannya Berikut Ini!

 

Berkembangnya jaman memang membawa segala perkembangan ke jaman yang modern dan lebih canggih. Sama halnya dengan kecanggihan teknologi yang telah menggantikan mainan tradisional menjadi mainan modern. Tentunya Anda juga bisa merasakan betapa bahagianya jaman dahulu saat masih bermain dengan permainan tradisional yang serba apa adanya, dan hal ini pun tidak mengurangi rasa kebahagiaan bagi anak-anak yang melakukannya, justru hal ini pun dapat membuat anak lebih kreatif untuk menciptakan permainan yang seru dengan tangannya sendiri.

Namun sayangnya perkembangan teknologi telah menggantikan permainan tradisional dengan permainan yang lebih modern dan lebih keren lagi. Akan tetapi meskipun perkembangan jaman sudah berkembang dengan kecanggihan teknologi yang lebih modern, namun tidak jarang diantara masyarakat yang hidup dijaman dahulu merasa rindu dengan permainan tradisional. Perubahan jaman yang menjadikan permainan tradisional ini hampir punah ternyata tidak terlepas dari yang namanya penyebab atau alasan.

 Benarkah Orang Tua Penyebab Punahnya Mainan Tradisional? Simak Ulasannya Berikut Ini!

Namun tahukah Anda? Bahwa penyebab dari punahnya mainan tradisional ini pun disebabkan karena pihak orang tua. Kenapa bisa begitu? Berikut penjelasannya:

  1. Karena terputusnya komunikasi orang tua dengan anak yang menjadikan penyebab dari punahnya permainan tradisional, karena orang tua tidak memberitahukan permainan tradisional kepada anaknya, sehingga anak yang lahir dijaman modern tentunya tidak mengetahui keseruan permainan tradisional.
  2. Kurangnya lahan bermain atau lapangan juga menjadi penyebab punahnya permainan tradisional, karena jika melakukan permainan tradisional membutuhkan lahan yang cukup besar seperti lapangan atau halaman rumah yang luas.
  3. Masuknya jenis permainan yang lebih modern dan lebih canggih dengan tampilan yang lebih menarik juga menjadikan faktor penyebab dari punahnya permainan tradisional, dan orang tua lebih tertarik memberikan permainan modern dibandingkan dengan permainan tradisional.

Meskipun perkembangan jaman sudah mulai berkembang dengan kecanggihan yang mampu menarik perhatian anak-anak, namun perlu untuk diketahui, bahwa untuk permainan tradisional menjadi kekayaan budaya lokal yang sangat disayangkan jika harus punah dijaman sekarang ini. Meskipun permainan tradisional ini dilakukan dengan cara yang sangat sederhana, namun permainan ini pun juga tidak mengurangi rasa kebahagiaan bagi anak-anak yang bermain.

 Baca juga https://www.aktivitasrutin.com/

Sedangkan kebanyakan dari orang tua cenderung lebih memberikan jenis mainan yang lebih modern, dan juga lebih canggih, hal yang sangat disayangkan sekali yaitu banyak para orang tua yang menjadikan gadget sebagai salah satu alat permainan anak, padahal gadget mampu memberikan dampak buruk bagi anak, termasuk mampu memberikan masalah interaksi sosial, mengalami gangguan komunikasi, menurunkan sikap empati bahkan hingga adanya gangguan kesehatan. Sehingga punahnya dari mainan tradisional ini, orang tua juga menjadi penyebabnya, sehingga jadilah orang tua yang baik yang tidak hanya mengajarkan anak melalui permainan modern saja, melainkan mengajarkan anak untuk mengetahui jenis permainan tradisional juga sangatlah penting.

Beberapa Mainan Tradisional yang Masih Eksis Sampai Saat Ini!

Bermain merupakan sesuatu yang paling disukai oleh anak-anak. Tak jarang mereka tidak bosan menghabiskan waktu hingga berjam-jam hanya untuk aktivitas yang satu ini. Mayoritas mainan anak-anak jaman sekarang lebih dominan dengan menggunakan gadget yang hanya tinggal sentuh untuk mengunduh permainan melalui sebuah aplikasi. Sehingga tidak heran jika anak zaman sekarang kurang mengetahui berbagai mainan tradisional yang sering dimainkan anak-anak pada zaman dulu.

Beberapa Mainan Tradisional yang Masih Eksis Sampai Saat Ini! 

Meskipun banyak bertebaran mainan modern yang mampu menarik minat anak-anak, nyatanya mainan jenis tradisional masih cukup diminati dan bisa kita jumpai di kalangan masyarakat. Dibandingkan dengan mainan modern, mereka lebih menikmati serunya bermain dengan mainan yang masih terbilang sangat sederhana tersebut. Rata-rata mereka memainkannya bersama dengan teman-teman di luar rumah sehingga tak heran jika mainan yang belum modern ini mampu mendorong anak-anak untuk berbaur dengan teman-temannya yang lain. 

Mainan tradisional memang masih cukup diminati dan eksis sampai saat ini. Beberapa diantaranya mungkin sering Anda jumpai dalam kehidupan sehari-hari, antara lain sebagai berikut.

  • Congklak atau dakon.

Congklak atau dakon dulunya merupakan jenis mainan yang sering dilakukan oleh anak-anak perempuan. Meskipun terbilang tradisional, mainan congklak masih bisa kita temukan di kalangan masyarakat. Bahkan Anda bisa mendapatkan set alat permainan congklak jika berkunjung di toko mainan maupun pasar tradisional.

  • Yoyo.

Mainan yang terbuat dari kayu dan berbentuk bundar ini sangat diminati oleh anak laki-laki. Di era yang modern ini, yoyo telah dimodifikasi kembali dari bahan plastik dan dapat dimainkan dengan cara yang unik. Meskipun masih terbilang tradisional, mainan yang satu ini juga masih tetap eksis dan bisa dijumpai di masyarakat. Tidak hanya dimainkan oleh anak laki-laki saja, yoyo kini juga banyak dimainkan oleh kalangan anak perempuan.

  • Gasing.

Jenis mainan yang masih terbilang tradisional ini memiliki bahan yang hampir sama dengan yoyo namun dengan bentuk yang berbeda. Gasing yang masih tradisional dibuat dari bahan kayu dengan bisa menghasilkan suara. Suara tersebut bisa dihasilkan karena adanya lubang yang sengaja dibuat hingga kopong. Sehingga ketika gasing berputar menimbulkan angin yang masuk dan keluar melalui lubang tersebut dan keluarlah suara unik pada gasing tersebut. Cara memainkan gasing cukup mudah untuk dilakukan, yaitu dengan menggulungkan tali pada ujung gasing yang sedikit lancip. Setelah itu lempar gasing dan tarik kembali.

  • Perahu othok-othok.

Mainan tradisional yang satu ini sering kita jumpai saat pergi ke pasar malam. Dinamakan perahu othok-othok karena saat perahu berjalan akan mengeluarkan suara othok-othok. Perahu othok-othok digerakkan oleh kapas yang dicelupkan ke minyak jelantah yang sudah diberi api dan dimasukkan ke dalam perahu. Perahu tersebut lantas dimainkan di atas air yang ditaruh di dalam baskom.

Berbagai Mainan Tradisional Masa Kecil yang Terancam Punah

Keberagaman budaya yang ada di Indonesia membuat ada banyak keunikan di Indonesia yang mungkin tidak bisa anda temukan di negara-negara lainnya. Salah satunya yaitu berbagai macam mainan tradisional yang dimiliki oleh Negara Indonesia. Namun sayangnya, permainan-permainan ini mulai terancam punah karena tergerus zaman. Berikut ini beberapa permainan tradisional di masa kecil yang mulai terancam punah.

Berbagai Mainan Tradisional Masa Kecil yang Terancam Punah

Permainan ini seringkali dimainkan anak menjelang bulan Ramadhan. Dalam permainan ini membutuhkan meriam bamboo yang memiliki suara cukup keras. Bahkan jika digunakan karbit, suara dari meriam bamboo ini dapat terdengar hingga pada jarak 1-2 km. sayangnya permainan ini sudah jarang dimainkan oleh anak-anak saat ini. Mungkin hanya sebagian kecil di daerah-daerah tertentu saja.

  • Layangan

Siapa yang tidak mengenal permainan ini? Permainan tradisional ini memang masih bertahan hingga saat ini hanya saja mulai berkurang peminatnya. Layangan dibuat dengan bamboo yang diikat dan menggunakan kertas atau plastic sebagai sampul. Untuk memainkan layangan ini cukup mudah. Biasanya anak-anak sering mengadu benang untuk menerbangkannya di udara. Pemenangnya ialah yang mampu memutuskan tali atau benang lawan.

  • Gasing

Mainan tradisional yang terancam punah adalah gasing. Permainan ini bahkan sudah ada sejak zaman dahulu. Gasing berbentuk seperti ufo dengan adanya pentolan di bagian kepala. Untuk memainkan gasing biasanya anak-anak akan melilitkan tali di bagian pentolan dan melempar ke tanah sekuat mungkin. Dengan teknik tertentu, gasing akan berputar.

  • Pletekon atau Jedoran

Permainan ini menggunakan bamboo berukuran kecil namun kuat. Permainan ini sejenis dengan tembak-tembakan, hanya saja peluru yang digunakan adalah bunga jambu air yang masih belum mekar. Terkadang peluru juga dapat menggunakan kertas yang sudah dibasahi.

  • Ular Naga Panjang

Permainan ini dulunya sangat disukai oleh anak-anak kecil, termasuk mungkin anda sendiri. Biasanya ular naga panjang dimainkan oleh lebih dari 7 anak. 2 anak menjadi penjaga dan kemudian sisanya akan melewati penjaga. Selama permainan, anak-anak akan menyanyikan lagu ular naga panjang dan saat lagu telah usai maka penjaga akan menangkap salah satunya.

  • Bentik Atau Gatrik

Permainan tradisional ini juga mulai punah. Permainan yang populer di daerah Lampung ini biasanya dimainkan 2 kelompok, dengan masing-masing terdiri dari 2 orang lebih. Alat yang digunakan juga cukup sederhana hanya 2 potong bamboo atau kayu dengan ukuran yang kecil dan panjang. Untuk memainkannya, terlebih dahulu dibuat lubang dan letakkan 2 batu serta bamboo kecil di atasnya, setelah itu pukul bamboo tersebut. Jika lawan tidak dapat menangkapnya, maka akan diberikan hukuman untuk menggendong lawannya.  

Nah itu tadi beberapa mainan tradisional yang cukup populer di daerah-daerah Indonesia namun sayangnya mulai punah tergerus zaman. Sebagai masyarakat Indonesia, tak ada salahnya untuk tetap menjaga kebudayaan Indonesia tersebut dengan memperkenalkannya pada generasi muda saat ini. Sehingga permainan ini tidak akan punah dan tetap terjaga dengan baik.

Masih Ingat 5 Mainan Tradisional ini? Masa Kecil Anda Penuh Kebahagiaan

Tak dapat dipungkiri jika masa kecil menjadi masa-masa indah yang paling menyenangkan. Anda bisa bebas bermain bersama teman-teman anda tanpa mengenal waktu. Mungkin masa kecil yang sudah anda lalui berbeda dengan masa kecil anak-anak zaman sekarang. Saat ini kebanyakan anak kecil lebih menyukai gadget. Padahal ada banyak permainan-permainan seru yang bisa membuat masa kecil menjadi tidak terlupakan. Jika anda masih ingat 5 mainan tradisional ini, mungkin masa kecil anda penuh dengan kebahagiaan.

Masih Ingat 5 Mainan Tradisional ini? Masa Kecil Anda Penuh Kebahagiaan

  • Kelereng Atau Gundu

Bisa dikatakan jika permainan ini menjadi primadona bagi anak laki-laki. Rasanya hampir setiap anak laki-laki pasti memiliki kelereng atau gundu. Untuk memainkan permainan ini anda hanya perlu untuk menyentil kelereng anda hingga tepat mengenai sasaran. Jika kalah maka anda harus rela menyerahkan kelereng yang anda miliki. Permainan ini akan terasa lebih asyik saat dimainkan di tanah.

  • Lompat Tali

Jika kelereng sering dimainkan anak laki-laki, berbeda dengan lompat tali yang kebanyakan sering dimainkan anak perempuan. Dalam permainan lompat tali, hal yang dibutuhkan karet dan dirangkai menjadi tali. Satu persatu pemain akan melompatinya dari posisi rendah hingga tinggi. Dalam permainan ini, hal yang terpenting jangan sampai saat melompat anda mengenai tali karet tersebut.

  • Engklek

Permainan ini juga sering dikenal sebagai tapak gunung. Sama halnya dengan lompat tali, mainan tradisional ini juga sering dimainkan anak perempuan. Dengan bermodal batu atau gacoan, pemain harus melompati dari satu kotak menuju kotak lainnya hanya menggunakan satu kaki. setelah itu pemain harus mengambil gacoan tersebut dengan cara berjongkok dan menghadap ke belakang namun tidak sampai menyentuh garis yang telah dibuat. Masih ingat cara memainkannya?

  • Bentengan

Permainan seru ini dilakukan oleh kelompok. Bagi anda yang pernah memainkan ini di masa kecil tentunya hal ini menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Mainan tradisional ini adalah permainan dimana satu kelompok harus menjaga markas yang dibuatnya dari tiang (benteng) dari kelompok lainnya. Jika sampai salah satu anggota sudah disentuh anggota lawannya, maka otomatis orang tersebut menjadi tawanan yang harus dibebaskan oleh teman sendiri. Kelompok yang menang merupakan kelompok yang berhasil memegang markas atau benteng lawannya.  

Permainan ini membutuhkan 2 buah bamboo setinggi 2-3 meter yang diberi pijakan kaki. permainan ini memang membutuhkan keseimbangan agar jangan sampai jatuh ketika permainan. Biasanya permainan egrang ini digunakan sebagai kompetisi lomba lari. Siapa yang cepat menuju garis finish tanpa jatuh adalah pemenangnya.

Nah itu tadi beberapa mainan tradisional masa kecil yang mungkin membuat kenangan yang tak terlupakan. Tak ada salahnya jika tetap menjaga agar permainan ini tidak lekang dimakan zaman. Semoga informasi diatas bermanfaat bagi anda.