6 PERBEDAAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL DAN E-LEARNING

Pendidik merupakan orang yang memberikan ilmu, pengalaman, pembelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan potensi didikannya. Sejak dahulu pendidik menggunakan metode konvensional atau biasa disebut dengan metode tradisonal. Dalam metode konvensional  teknik yang digunakannya yaitu komunikasi secara langsung, didasari penjelasan, pelatihan, serta pembagian tugas. Namun, seiring dengan berjalannya waktu pendidik mempunyai metode pembelajaran baru yang disebut dengan e-learning. E-learning adalah metode pembelajaran jarak jauh yang mengandalkan media jaringan komputer. Untuk itu, mari kita simak perbedaan metode pembelajaran konvensional dengan metode pembelajaran e-learning. Berikut pemaparannya:

Konvensional:

  • Pengajar sebagai sumber ilmu

Dalam metode pembelajaran konvensional murid tidak di haruskan mencari materi, karena setiap materi telah disiapkan dan disampaikan langsung oleh pendidik, Tugas murid hanya mendengarkan dan memahami apa yang pengajar jelaskan. Untuk itu, pengajar harus benar-benar menguasai setiap ilmu yang akan diajarkan. Di pendidikan konvensional rasio pengajaran adalah 50-75% ilmu didapat dari pendidik

  • Pembelajaran tergantung kemampuan pengasecara engajar harus memiliki motivasi, teknik, teori, konsep, kaidah, citra, visi dan misi. Karena saat proses belajar itu berlangsung efektif atau tidaknya tergantung kepada pengajar tesebut.
  • Sumber belajar berpusat di kampus atau sekolah

Metode pembelajaran konvensional cukup menguntungkan para pengajar. Karena dengan metode ini pengajar dapat menyampaikan pembelajaran dengan nyaman sambil memperhatikan murid mana yang memiliki kemampuan respek ilmu pengetahuan yang paling baik.

  • Menggunakan lisan

Selanjutnya, metode konvensional mengharuskan interaksi secara langsung antara pengajar dan murid.

  • Terjadwal pasti

Pembelajaran konvensional terbatas oleh waktu yang sudah diatur oleh instansi, sekolah ataupun kampus sebagai penyedia proses pendidikan

  • Peranganda pengajar

Pendidik di pembelajaran konvensional Juha berperan sebagai orang yang berperan dalam transfer kebudayaan agar anak didiknya memiliki karakter yang hendak dibentuk.

E-learning:

  • Berbasis pada teknologi

E-learning merupakan bentuk dari perkembangan teknologi bidang ilmu pengetahuan. Dimana semua aspek terlibat dalam proses transfer ilmu pengetahuan yang dilakukan oleh pendidik kepada peserta didik. Jika ada pendidikan konvensional dikenal istilah tatap muka/pertemuan langsung dikelas, maka di E-learning menekankan pada efesiensi waktu, dimana pendidik membagikan bahan kuliah, bahan diskusi dalam bentuk pdf maupun materi pengajaran dalam bentuk audio serta audio visual berupa video.

  • Mudah di akses

E-learning sangat membantu para mahasiswa dalam menerima materi perkuliahan. Hal ini dibuktikan dengan sifat e-learning yang mudah di akses dimana saja dan kapan saja.

  • Tidak bergantung kepada pengajar

Setiap murid tidak lagi bergantung kepada pengajar, karena semua bahan-bahan pembelajaran sudah disajikan di interenet.

  • Menuntut pembelajar mandiri

Metode pembelajaran konvensional segala sesuatu telah disiapkan oleh guru atau dosen sehingga murid tidak perlu lagi mencari materi. Namun, beda halnya dengan metode ini, metode e-learning justru menuntut pembelajar lebih mandiri. Karena setiap materi harus diakses secara individu melalui internet.

  • Pengajar hanya sebagai mediator dan pembimbing

Metode pembelajaran e-learning semua materi bertumpu pada media jaringan komputer. Sehingga tugas pengajar hanya untuk mengarahkan dan membimbing saja.

  • Menggunakan audio visual

Kurangnya interaksi secara nyata antara pengajar dengan murid dikarenakan bahan-bahan pembelajaran telah di sediakan dalam bentuk audio visual.

Demikinlah enam perbedaan pembelajaran konvensional dan e-learning. Semoga bermanfaat!

Mengetahui Kelebihan dan Kekurangan E-Learning

Bagi mahasiswa maupun mahasiswi mungkin sudah tidak asing lagi dengan kata e-learning. Bagaimana tidak?  E-learning merupakan media pendidikan yang mengandalkan teknologi informasi dalam proses pembelajaran. Namun, sejauh manakah Anda mengetahui kelebihan dan kekurangan dari e-learning tersebut? Berikut pemaparan kelebihan-kelebihan e-learning yang perlu Anda ketahui:

  • Lebih praktis

Siapapun yang menggunakan metode pembelajaran  e-learning bisa mengakses dimana saja dan kapan saja, selain itu e-learning juga mempermudah penyimpanan pembelajaran. Praktis bukan?

  • Wawasan tidak terbatas

Metode pembelajaran secara face to face, wawasan hanya bisa di dapatkan ketika pembelajaran itu berlangsung saja. Lain halnya  dengan e-learning, materi pembelajaran 24 jam setiap hari sehingga wawasan tidak terbatas.

  • Murah

Bagi Anda yang tidak hadir dalam perkuliahan tidak perlu khawatir lagi, karena hanya bermodal paket data internet saja, Anda sudah bisa mengakses materi pembelajaran yang tertinggal.

  • Hemat

Selain itu, kelebihan e-learning bisa mengurangi beban para mahasiswa dan mahasiswi. Tidak bisa di pungkiri, Anda tidak perlu lagi banyak pengeluaran untuk kebutuhan perkulihan membeli buku-buku atau biaya transportasi, karena semua materi bisa di cari dan di akses melalui internet bahkan bisa membacanya secara berulang-ulang.

  • Kelas besar atau kecil

Bagi e-learning kelas tidak hanya berupa fisik lagi, karena kini kelas bisa diciptakan dalam aplikasi internet.

Itulah beberapa kelebihan yang terdapat dalam e-learning. Namun, setiap kelebihan tentu ada kekurangannya bukan?  Disini saya juga akan memaparkan beberapa kekurangan yang terdapat dalam e-learning, berikut pemaparannya:

  • Interaksi dosen dengan mahasiswa menjadi kurang

Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, bahwa e-learning merupakan metode pembelajaran yang mudah di akses kapan dan dimana saja, Namun disisi lain interaksi dosen dengan mahasiswa menjadi kurang, sehingga pembentukan nilai dalam proses belajar mengajar itu menghasilkan proses yang lambat.

  • Kesulitan bagi mahasiswa yang tidak memiliki fasilitas

Pada kenyataannya tidak semua mahasiswa mampu mempunyai fasilitas untuk metode pembelajaran e-learning ini, seperti misalnya tidak memiliki laptop, komputer atau bahkan handphone. Hal ini bisa menjadi kesulitan bagi mahasiswa yang kurang mampu apalagi jikalau insfrastruktur yang tidak memadai.

  • Wawasan yang tidak seharusnya di lihat

Dalam kelebihan yang telah disebutkan di atas bahwa e-learning memberikan kebebasan untuk mengakses. Namun, tidak semua wawasan bersifat positif bukan? Tentu banyak konten yang bersifat negative, misalnya membuka situs porno, tindak kejahatan dan lain sebagainya.

  • Kemampuan dalam keterampilan menggunakan internet

Tidak semua mahasiswa maupun mahasiswi mempunyai kemampuan yang sama, bagi mereka yang awam perihal internet tentu menjadi hambatan dalam penggunaan proses pembalajaranya.

Demikianlah beberapa kelebihan dan kekurangan dalam metode e-learning. Semoga bermanfaat!