Beda Rasa Bingka Dengan Bika Ambon

Sebagian besar orang-orang melayu percaya bahwa Bika Ambon di Medan memang memiliki bahan yang hampir sama. Ini diperkuat dengan pernyataan sejarawan dan budayawan M Muhar Omtatok. Menurutnya Bika dari Medan memang diilhami oleh Bika atau Bingka khas kerajaan Melayu. Sekalipun cerita lain seputar Bika ini memiliki banyak versi. Hal yang terpenting ialah citra rasa yang tetap terjaga dan khas.

Bingka meruapakan makanan yang erat kaitannya dengan kerajaan melayu, ini adalah sisi historis dari suatu kuliner khas suatu daerah. Makanan ini sangat lembut dengan aroma pandan yang kuat, di beberapa daerah di kepulauan Riau Bingka mulai dibuat dengan taburan keju dan coklat. Tentu bentuk dari Bingka sendiri berbentuk loyang dengan enam kelopak bunga.

Bingka dari Melayu sendiri sudah sangat beragam, ketika Anda berkunjung ke Malaysia. Di kota seperti Kuala Lumpur dapat ditemukan berbagai Bingka dijajakan, ada Bingka jagung, Bingka ubi, dan Bingka pandan. Masih banyak jenis Bingka yang disediakan di Malaysia. Di Indonesia Bingka memang kalah terkenal dengan kue Bika dari Medan. Tetapi untuk kawasan Riau, Kepulauan Riau hingga Malaysia, kue Bingka tetap menjadi kue favorit dengan rasa gurih dan manis.

Di daerah Pekanbaru Bingka berbentuk seperti Bolu Kemojo dengan cetakan loyang enam kelopak bunga. Dibeberapa titik jajanan di Pekanbaru ada Bingka Kentang yang enak dan unik. Bingka kentang ini merupakan makanan khas Banjar berupa kue basah.  Secara histori Bingka Banjar disajikan dalam acara-acara khusus suku Banjar.

Di kota Batam paling populer ada Bingka Bakar khas Melayu, dengan harga bervariasi dan juga varian rasa yang sudah banyak. Bingka Bakar menjadi makanan serta oleh-oleh ketika berkunjung ke Batam. Tidak sulit menemukan Bingka di Riau dan sekitarnya, namun tentu rasa dan bahan Bingka memang sedikit berbeda.

Baca juga: CITRA RASA BIKA AMBON KHAS MEDAN

Bingka memiliki perbedaan dengan Bika Ambon, Bika dari Medan biasanya lebih berpori dan lembut. Bahan tambahannya juga berbeda dengan adanya air nira atau tuak enau. Bika dari Medan juga memiliki bentuk yang berbeda dengan Bingka. Tentu Bika khas batak ini sudah sangat populer di bandingkan Bingka Melayu.

Bika dan Bingka secara bahasa sama saja bagi orang melayu. Namun, rasa dan selera untuk jenis kue basah ini tentu berbeda. Sebagian masyarakat menganggap Bingka memilki nilai historis yang lebih elegan, diakitkan dengan kerajaan Melayu. Sedangkan Bika lebih pada sisi keunikan dalam nama. Nama Bika Ambon tentu menjadi daya tarik yang pas. Kenapa makanan Ambon ada di Medan. Bagi masyarakat yang belum tahu, sisi penamaan ini sungguh menarik untuk dicari kebenarannya. Makanan tradisional nusantara sangat beragam, diantaranya Bika Medan dan Bingka dari Medan dan wilayah Melayu.

Citra Rasa Bika Ambon Khas Medan

 

Mendengar nama Bika Ambon, banyak orang yang mengira jika makanan ini berasal dari ibu kota salah satu provinsi Maluku, Ambon. Lalu apa jadinya jika fakta berkata lain, Bika lembut ini ternyata berasal dari Kota Medan. Tak lengkap rasanya jika tidak mencoba citra rasa Bika ini ketika berkunjung ke medan.

Sebenarnya panganan ini dilhami dari makanan khas melayu yaitu Bika atau Bingka. Namun di Medan Bika dibuat dengan berbeda dengan menambahkan air nira atau tuak enau. Inilah bahan yang membuat Bika khas kota Medan ini menjadi sangat khas. Aroma dan serat sempurna pada Bika selalu menarik untuk dicicpi.

Untuk rasa sendiri, Bika asal kota Medan ini sudah sangat bervariasi. Dulu Bika ini Cuma dibuat bewarna hijau dengan rasa pandan, untuk zaman now Bika sudah dibuat varian rasa modern. Ada rasa coklat, vanila, moka, hingga rasa raja buah, Durian. Untuk Bika Ambon yang berpadu cantik dengan aroma keju yang selalu bikin pengunjung merasa lapar. Dibeberapa tokoh jajanan khas daerah seperti Bika, terdapat varian rasa dengan harga yang berbeda.

Bika dari Medan sendiri memiliki dua ukuran, untuk yang ukuran besar di banderol seharga 40-60 ribu. Untuk ukuran kecil dibanderol seharga 20-30 ribu saja. Bika memang meiliki rasa yang sangat enak dan khas, apalagi serat-serat yang menyerupai pori dikulit manusia. Memiliki bentuk yang cantik dan dengan rasa unik khas kota Medan.

baca juga: MENGULAS TENTANG BISNIS MAKANAN JADUL YANG KINI KEMBALI HITS

Kue basah dari kota Medan ini biasanya juga bewarna kuning dengan rongga-rongga pada bagian dalamnya. Bika Ambon sudah sejak lama menjadi ikon kuliner kebanggaan kota ini. banyak wisatawan yang mewajibkan untuk membeli Bika sebagai oleh-oleh. Tidak sampai disitu membeli Bika adalah pelengkap ketika berkeliling di ibu kota Sumatera Utara.

Normalnya bahan untuk membuat Bika sangatlah sederhana, berupa tepung, telur, nira, gula, dan juga santan. Untuk rasa sendiri, kue Bika yang lembut memberikan rasa legit dan berpadu dengan teksturnya yang kenyal. Aroma Bika juga sangat kuat dan memang ini bertujuan menimbulkan selera seseorang untuk mencoba rasa Bika khas kota Medan.

Di Medan, untuk menemukan kawasan pusat penjualan jajanan ini bisa ditemui di sepanjang jalan Majapahit. Disana para pengunjung bisa mendapatkan berbagai macam Bika Ambon. Keuntungan dari Bika ini, sekalipun tanpa pengawet namun tetap bisa tahan 3-5 hari. Cocok banget untuk yang dari luar kota Medan. Berkunjung ke ibukota Sumatera Utara, tidak ada salahnya menikmati kuliner khas yang sudah terkenal ini. Anda menikmati Bika ini dan semua orang bertanya kenapa tidak dari Ambon? Nikmati Bika lembut ini dan bagikan ceritanya.

Bika Ambon Punya Cerita

 

Sudah menjadi kewajiban ketika berlibur untuk membawa oleh-oleh berupa makanan, pernak-pernik hingga pakaian dan lainnya. Banyak sekali wisatawan membeli oleh-oleh khas bersifat etnic, sehingga keunikan dan kekhasan hanya ada di satu daerah saja. Tapi di era modern oleh-oleh pun sudah bersifat lumrah dan bisa dijumpai dimana saja. Makanan-makanan khas tradisional dapat di jumpai di kota-kota besar, pusat jajanan Nusantara dan di festival makanan daerah.

Akan tetapi sensasi untuk mencicipi di daerah asal tentu berbeda, sambil berwisata untuk memanjakan mata, badan dan hati. Wisatawan juga perlu memanjakan lidah mereka dengan mencoba kuliner khas suatu daerah. Seperti Sumatera Utara dengan wisata alam yang memukau, dimulai dengan surga kecil bernama Berastagi, Danau Toba, Samosir, Istana Maimun hingga Taman Perdamaian.

Sumatera Utara sebagai wilayah dominan milik orang batak memang dikarunia alam indah nan subur. Tidak lepas dari itu, Sumatera Utara juga diwariskan budaya yang begitu beragam, suku yang beragam, adat-istiadat yang masih kental, solidaritas dan persaudaran yang masih kental, selain itu banyak juga makanan khas batak di provinsi ini.

Sebagai informasi bahwa Sumatera Utara memiliki kota besar bernama Medan, yang sekaligus menjadi ibu kota provinsi tersebut. Mendengar nama kota Medan kita akan teringat dengan salah satu makanan khas kota ini. Bika Ambon namanya, ini makanan khas kota Medan yang paling populer hingga penjuru nusantara.

Banyak wisatawan dan juga orang-orang awam merasa aneh dengan Bika yang satu ini. Kenapa Bika Ambon bisa ada di Medan? Atau kenapa tidak dinamakan Bika Batak ataupun Bika Medan.

Bika sendiri merupakan makanan khas melayu atau juga dikenal dengan bingka. Di Medan Bika dibuat dengan tamabahn Nira atau Tuak enak untuk memberi rongga pada Bika tersebut. Awalnya makanan khas Medan ini hanya ada bewarna hijau atau rasa pandan. Tetapi di era modern bermunculan bika kekinian dengan rasa keju, coklat, vanila, dan lainnya.

Penamaan sendiri sangatlah, berbagai cerita tentang bika dari Medan ini menyebar. Berikut 3 versi cerita penamaan bika khas kota Medan.

  1. Menurut seorang budayawan dan sejarawan, M Muhar Omtatok, Bika ini diberi nama demikian dikarenakan pertama kali populer di simpang Jl. Ambon – Sei Kera Medan.
  2. Ada lagi, seorang warga Ambon merantau ke Malaysia dengan membawa Bika. Setelah tahu rasanya enak dia membawanya ke Medan dan tidak kembali ke Medan.
  3. Cerita lain adalah seorang keturunan Tiongha mencoba membuat kue jenis baru, setelah jadi ia menyuruh pembantunya untuk menyicipi. Pembantu itu adalah laki-laki dari Ambon.

Penamaan Bika Ambon memang sanghatlah unik. Tentu cerita paling logis adalah yang menurut M Muhar omtatok, karena ini penuturan langsung dari sejarawan dan budayawan. Namun kebenaran penamaan Bika Ambon tetaplah penuh cerita. Dengan cita rasa yang lezat membuat Bika ini adalah oleh-oleh yang tepat jika berkunjung ke ibu kota Provinsi Sumatera utara.